Pendahuluan saham

thereds.me

Pendahuluan saham

Berbicara tentang saham tidak dapat dilepaskan tentang modal dan perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT), karena PT sebagai pelaku bisnis membutuhkan banyak modal, dan modalnya ter bagi atas sejumlah saham. Persoalan modal sudah sejak awal rencana didirikannya sebuah PT sudah dibahas dengan baik oleh para calon pendiri perusahaan itu. Sebab modal mempunyai peranan terpenting ketika perusahaan mulai berdiri untuk membiayai biaya operasi usaha yang dijalankan sebelum perusahaan memperoleh keuntungan.

Modal menjadi persoalan pokok pada PT karena bentuk perusa haan ini pada intinya sebagai persekutuan modal seperti disebutkan dalam Pasal 1 butir 1 UU Perseroan Terbatas. Para pendiri Perseroan adalah para pemilik modal yang sengaja menanamkan uangnya dalam jumlah besar dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Perseroan berperan sebagai “kendaraan” untuk menjalankan usaha dalam men cari keuntungan yang sebesar-besarnya. Oleh karena itu setiap perse roan selalu oriented profit.

Sebagaimana dikemukakan di atas bahwa modal perseroan ter bagi atas sejumlah saham. Setiap pendiri perseroan wajib mengambil bagian atas saham. Setiap lembar saham mempunyai nilai nominal ru piah. Oleh karena setiap pendiri perseroan mempunyai saham, maka kedudukannya juga sekaligus sebagai pemegang saham. Sewaktu per seroan berdiri para pemegang saham wajib menyetorkan modalnya ke dalam perseroan.

Pada sisi yang lain, saham merupakan instrumen investasi yang ba nyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik (http://pakarbisnisonline.blogspot.com).

Sebenarnya yang mememiliki saham itu adalah perseroan, berhu bung perusahaan itu yang menerbitkannya. Pendiri perseroan dika takan sebagai pemegang saham karena saham merupakan tanda bukti bahwa ia telah memasukkan modalnya ke dalam perseroan. Mengenai berapa banyak modal yang dimasukkan oleh seorang pendiri, tinggal menghitung berapa banyak (lembar) saham yang dipegangnya dengan mengaitkan nilai nominal saham.

Di dalam perseroan para pemilik modal yang nota bene pemegang saham diperhatikan kehendaknya untuk menentukan arah jalannya perusahaan, dan untuk kepentingan itu terdapat organ yang disebut RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Organ tersebut sebagai tem pat berkumpul para pemegang saham dan membahas berbagai per soalan perusahaan yang dihadapi serta mengambil keputusan sebagai jalan keluarnya.

Setiap pemegang saham berhak menghadiri rapat dan memiliki suara di RUPS. Jika di dalam suatu perseroan di antara pemegang sa ham ada yang memiliki saham dengan jumlah lebih banyak dari para pemegang saham lainnya, maka akan menguasai kendali perusahaan. Adanya pemegang saham mayoritas memengaruhi jalannya perusa haan dan dari segi ekonomi menunjukkan siapa yang modalnya ba nyak, maka dialah yang dianggap pihak yang cocok untuk mengarah kan jalannya perusahaan. Logikanya, mereka dipandang tidak mung kin bertindak gegagah karena jika perseroan menderita rugi akan me rupakan hal yang sia-sia telah menanamkan modal dalam jumlah besar.

Di zaman modern ini pemegang saham sebuah perseroan dituntut untuk memiliki pengetahuan dan bahkan pengalaman tentang bidang usaha yang menjadi kegiatan perseroan yang bersangkutan, karena mereka dapat mengikuti perkembangan usahanya dan dapat menang gulangi masalah yang dihadapi oleh perseroan. Ini ada hubungannya dengan keputusan RUPS untuk dapat memajukan usaha perusahaan.

Terlebih lagi jika di antara pemegang saham diangkat sebagai komisi ris/pengawas perseroan sehingga dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Sebagai persekutuan modal jika sebuah perseroan kekurangan modal dapat menambah modalnya dengan cara mengeluarkan/mener bitkan saham baru dan saham tersebut dapat dijual bebas kepada ma syarakat dengan menawarkan lebih dahulu kepada pemegang saham yang ada. Untuk dapat menambah modal perusahaan prosedurnya melalui keputusan RUPS yang diambil berdasarkan kuorum.

Pada dasarnya pemegang saham bebas memiliki saham sampai kapan pun sepanjang perseroan masih berdiri dan menjalankan usaha nya. Jika suatu saat pemegang saham sudah tidak ingin memiliki/me lepasnya dapat menjual sahamnya kepada orang lain. Penjualan saham pada prinsipnya dapat dilakukan sendiri atau melalui bursa efek. Se baliknya masyarakat bebas membeli saham dari perusahaan manapun.

Selain itu apabila pemegang saham kekurangan dana untuk suatu keperluan, sahamnya dapat dijaminkan utang kepada seseorang atau bank karena mempunyai nilai ekonomi. Berdasarkan peraturan un dang-undang yang berlaku, dalam statusnya sebagai barang bergerak saham dapat dibebani dengan jaminan gadai atau fidusia.

Melakukan jual beli saham maupun menjaminkan saham untuk suatu utang merupakan transaksi bisnis, karena di balik setiap tran saksi tersebut pelakunya selalu memperhitungkan untung dan ruginya. Dalam dunia bisnis untung selalu dikejar dan rugi selalu dihindari. Pe megang saham tidak akan melakukan tindakan “bunuh diri” dengan melepas saham begitu saja, apabila akan berakibat merugikan dirinya. Demikian pula dengan menjaminkan saham, perhitungannya utang yang diperoleh setidaknya dengan nilai seimbang dan dananya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan usaha yang menguntungkan.

thereds.me

Belum ada Komentar untuk "Pendahuluan saham"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel