Pengertian, jenis dan kedudukan saham di indonesia

thereds.me
Pengertian, jenis dan kedudukan saham di indonesia

PENGERTIAN SAHAM

Pengertian sederhana adalah surat berharga, Menurut Darmadji, dkk. (2001:5) saham dapat didefinisikan se­ bagai tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham adalah selem­ bar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut merupa­ kan pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut. Selain itu menurut penulis, saham adalah surat tanda bukti pe­ nyertaan modal pada sebuah perseroan terbatas yang mempunyai nilai ekonomi sehingga dapat diperjual belikan atau dijaminkan utang.

JENIS-JENISSAHAM

Jenis saham menurut KUHD maupun UUPT hanya ada dua je­ nis, yaitu saham atas nama (opnaam) dan saham atas tunjuk (aantoonder). Saham atas nama adalah saham yang mencantumkan nama pemegang atau pemiliknya. Nama seseorang yang tertera di dalam sa­ ham dipastikan sebagai pemiliknya. Adapun saham atas tunjuk adalah saham yang tidak mencantumkan nama pemegang atau pemiliknya. Orang yang dapat menunjukkan saham dianggap pemiliknya. Dalam UU No. 40 Tahun 2007 perseroan hanya dapat menerbitkan saham atas nama, dengan tujuan untuk kepentingan kepastian hukum ten­ tang kepemilikan saham. Tampaknya kedua peraturan tersebut me­ mandang jenis saham dari segi cara peralihannya.

Kemudian jenis saham dapat dilihat dari segi kemampuan dalam hak tagih (Darmadji, dkk., 2001: 6), yang berupa saham biasa (com man stock) dan saham preferen (preferrdt sock). Pemegang saham biasa memiliki kewajiban yang terbatas.

yang dikehendaki investor. Saham ini serupa saham biasa karena mewakili kepemilikan ekuitas dan diterbitkan tan­ pa tanggal jatuh tempo yang tertulis di atas lembaran saham tersebut; dan membayar dividen.

Selanjutnya Darmadji, dkk. (2001: 6), juga memandang jenis sa­ ham dari segi kinerja perdagangan, dibedakan sebagai berikut:

b. Income Stocks

• Saham dari suatu emiten yang memiliki kemampuan mem­ bayar dividen lebih tinggi dari rata­rata dividen yang dibayar­ kan pada tahun sebelumnya.

c. Growth Stocks

1. (Well - Known)

Saham­saham dari emiten yang memiliki pertumbuhan pen­ dapatan yang tinggi, sebagai leader di industri sejenis yang mempunyai reputasi tinggi.

2. (Lesser - Known)

d. Speculative Stock Saham suatu perusahaan yang tidak bisa secara konsisten mem­ peroleh penghasilan dari tahun ke tahun, akan tetapi mempunyai kemungkinan penghasilan yang tinggi di masa mendatang, meski­ pun belum pasti.

e. Counter Cyclical Stocks Saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro mau­ pun situasi bisnis secara umum. Pada saat resesi ekonomi, harga saham ini tetap tinggi, di mana emitennya mampu memberikan dividen yang tinggi sebagai akibat dari kemampuan emiten dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada masa resesi.

UUPT TIDAK MENGHENDAKI SAHAM ATAS TUNJUK

Di dalam UU No. 40 Tahun 2007 tidak menghendaki perseroan menerbitkan saham atas tunjuk karena di dalam Pasal 48 ayat (1) dise­ butkan, bahwa saham perseroan dikeluarkan atas nama pemiliknya. Oleh karena itu hanya saham atas nama yang dapat diterbitkan. Se­ waktu berlakunya UU No. 1 Tahun 1995 maupun KUHD, perseroan dapat mengeluarkan saham atas nama dan atas tunjuk.

Sehubungan dengan hal tersebut di dalam penjelasan Pasal 48 ayat (1) memang ditegaskan, perseroan hanya diperkenankan mengeluar­ kan saham atas nama pemiliknya dan perseroan tidak boleh menge­ luarkan saham atas tunjuk. Kelemahan saham atas tunjuk pemegang­ nya sangat mudah memindahtangankan, karena siapa yang membawa saham itu dianggap pemiliknya. Perseroan tidak dapat mengontrol siapa saja yang menjadi pemegang saham, sehingga direksi mengalami kesulitan mencatat ke dalam Daftar Pemegang Saham apabila peralih­ an saham tidak diberitahukan kepada perseroan.

Berbeda dengan saham atas nama, tidak segampang menjual saham atas tunjuk karena pembelinya harus melakukan balik nama. Kalau tidak dilakukan akibatnya tidak diakui oleh perseroan sebagai pemegang sahamnya. Selain itu pemegang saham yang belum balik nama tidak dapat menjalankan hak yang dimiliki seperti hak suara dalam RUPS dan hak memperoleh pembagian dividen. Nama peme­ gang saham juga tidak tercatat di Daftar Pemegang Saham.

Apabila saham atas nama hilang atau diambil orang, maka orang yang membawa tidak dapat mengklaim sebagai pemiliknya dan meng­ gunakan hak atas saham tersebut. Dari keadaan tersebut perseroan memperoleh perlindungan hukum dari sistem yang digunakan oleh UUPT.

thereds.me

Belum ada Komentar untuk "Pengertian, jenis dan kedudukan saham di indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel