Pengertian saham by fawazgates

thereds.me
Pengertian saham by fawazgates

kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam undang undang ini serta peraturan pelaksanaannya.2 Sebagai badan hukum, PT merupakan subjek hukum yang cakap melakukan perbuatan hukum atau mengadakan hubungan hukum dengan berbagai pihak layaknya manusia.3 Pengecualian terjadi untuk hal-hal yang bersifat pribadi yang hanya mungkin dilaksanakan orang-perorangan, seperti diatur dalam Buku Pertama Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPerdata) dan sebagian dari Buku Kedua KUHPerdata tentang Kewarisan.4 Oleh karena itu, PT dapat memiliki barang, menjalankan bisnis, serta membuat kontrak atas namanya sendiri.

Suatu PT harus mempunyai maksud, tujuan, dan kegiatan usaha, sesuai ketentuan yang tertera dalam Pasal 2 UUPT. Selanjutnya dalam ketentuan Pasal 18 UUPT, maksud dan tujuan serta kegiatan PT harus dicantumkan dalam anggaran dasar perseroan.

Bertolak pada definisi PT sebagaimana diuraikan sebelumnya, mengandung arti bahwa PT merupakan suatu badan hukum yang memiliki modal tersendiri yang disebut dengan “modal dasar”. Adapun, yang dimaksud modal dasar, yaitu jumlah modal yang dinyatakan dalam akta pendirian atau anggaran dasar perseroan, yang terbagi atas saham-saham yang masing-masing memiliki nilai nominal saham. Modal yang terbagi atas saham-saham itu diambil bagian oleh para pendiri perseroan dengan status mereka sebagai para pemegang saham perseroan, dengan cara menyetorkan jumlah saham yang mereka ambil dikalikan nilai nominal masing-masing saham ke kas perseroan. Jumlah saham yang mereka ambil bagian dalam perseroan merupakan bagian kepemilikan mereka atas perseroan tersebut.

Demikian pula tanggung jawab para pemegang saham terhadap perseroan adalah terbatas, hanya sebesar saham yang dimilikinya. Misalnya, jika PT mempunyai utang kepada pihak lain yang melebihi kekayaan perseroan, atas kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggungjawab para pemegang saham. Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 3 ayat (1) UUPT yang menyebutkan bahwa pemegang saham perseroan tidak bertanggung jawab secara pribadi atas perikatan yang dibuat atas nama perseroan.

Dalam melakukan fungsi hukum, PT bukan bertindak sebagai kuasa dari para pemegang sahamnya. PT bertindak untuk dan atas nama dirinya sendiri, walaupun PT terdiri atas saham-saham yang dikuasai pemegang saham.5 Dengan menyetorkan modalnya ke perusahaan, berarti pemegang saham tersebut telah memisahkan atau melepaskan sebagian harta kekayaan milik pribadinya menjadi harta kekayaan PT.6 Tanggung jawab pemegang saham hanya sebatas modal atau harta kekayaan pribadinya yang telah dimasukkan ke dalam PT. Pemegang saham berkepentingan untuk mendapatkan keuntungan dari modal yang ditanamkan di dalam perusahaan. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa PT mempunyai kekayaan sendiri yang terpisah dari harta kekayaan para pemilik atau pendirinya.

Berdirinya PT merupakan hasil dari kesepakatan para pendirinya untuk mengadakan dan mengikatkan diri ke dalam suatu perjanjian untuk mendirikan PT. Para pendiri PT dapat berupa perorangan, yaitu warga negara Indonesia (WNI) maupun WNA serta badan hukum, yaitu badan hukum Indonesia atau badan hukum asing. Pendirian PT merupakan persekutuan modal yang diambil bagian oleh para pendiri dan/atau pemegang saham perseroan, sehingga harus memenuhi ketentuan hukum perjanjian yang diatur dalam KUH Perdata bab kedua bagian kesatu tentang Ketentuan Umum Perjanjian, khususnya Pasal 1313—1319, bagian kedua tentang Syarat-Syarat Sahnya Perjanjian, khususnya Pasal 1320—1337, dan bagian ketiga tentang Akibat dari Perjanjian, yaitu Pasal 1338—1341.7

Agar pendirian PT sah maka harus memenuhi syarat-syarat sahnya perjanjian yang terdapat dalam Pasal 1320 KUH Perdata, yaitu:

a) harus terdapat kesepakatan antara mereka yang mengikatkan dirinya;

b) adanya suatu kecakapan untuk membuat suatu perikatan;

c) adanya suatu hal tertentu; dan

d) adanya suatu sebab yang halal.

Jika seluruh persyaratan sahnya perjanjian telah terpenuhi, sesuai dengan Pasal 1338 KUH Perdata maka perjanjian untuk mendirikan perseroan tersebut mengikat sebagai undang-undang bagi mereka yang mengadakannya.

thereds.me

Belum ada Komentar untuk "Pengertian saham by fawazgates"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel