Struktur organ saham, Karakteristik perseroan terbatas.

thereds.me
Struktur organ saham
PT yang merupakan badan hukum adalah subjek hukum yang nyata secara yuridis, tetapi tidak nyata secara fisik seperti manusia yang dapat melakukan perbuatan hukum langsung. Oleh karena itu, agar PT dapat bertindak seperti halnya manusia, diperlukan organ sebagai alat bagi PT untuk menjalin hubungan hukum dengan pihak ketiga dan mewujudkan eksistensinya secara nyata untuk menjalankan usaha. Organ PT tersebut terdiri atas Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), direksi, dan dewan komisaris.

Misalnya, persetujuan laporan tahunan, pengangkatan direksi dan dewan komisaris, penyelenggaraan RUPS Luar Biasa untuk keperluan perubahan anggaran dasar, maupun tindakan hukum PT lainnya yang memerlukan persetujuan dari RUPS dengan kuorum kehadiran dan persetujuan sesuai dengan yang ditentukan dalam UUPT maupun anggaran dasar PT.

Organ berikutnya adalah direksi dan dewan komisaris. Pada prinsipnya, terdapat 2 (dua) fungsi utama dari direksi, yaitu (1) menjalankan pengurusan PT untuk kepentingan PT sesuai dengan maksud dan tujuan PT dan (2) mewakili PT, baik di dalam maupun diluar pengadilan. Sementara itu, dewan komisaris bertugas melakukan pengawasan dan memberi nasihat kepada direksi dalam mengurusi PT. Direksi dan dewan komisaris dalam menjalankan tugasnya harus dilandasi dengan tanggung jawab, itikad baik, dan kehati-hatian.

Dari ketiga organ tersebut, RUPS memiliki peranan yang cukup penting karena di dalam RUPS, pemegang saham berhak memperoleh segala keterangan yang berkaitan dengan kepentingan PT dari direksi dan dewan komisaris. RUPS berfungsi melaksanakan kontrol secara menyeluruh atas setiap pemenuhan kewajiban dari direksi dan dewan komisaris PT, atasaturan main yang telah ditetapkan.15 Guna melindungi kepentingan pemegang saham, setiap laporan tahunan dan perhitungan tahunan harus disampaikan kepada setiap pemegang saham PT untuk disahkan di dalam RUPS. Pemegang saham dapat mengetahui keadaan PT yang sesungguhnya dari laporan tahunan tersebut yang disampaikan oleh direksi sebagai wujud pertanggungjawaban direksi dalam menjalankan tugasnya.

Walaupun dalam menjalankan usaha kepengurusan PT dilakukan oleh organ PT, tetapi eksistensi suatu PT tidak ada kaitannya dengan peralihan dan pergantian organ PT tersebut. Hal ini karena eksistensi suatu PT sebagai badan hukum dibuktikan dengan adanya akta pendirian yang di dalamnya tercantum anggaran dasar PT. Eksistensi tersebut dapat ditetapkan batas jangka waktunya dalam anggaran dasar PT maupun tidak ditentukan, yang berarti eksistensi PT tersebut secara terus-menerus atau abadi. Peralihan atau pergantian organ PT, yakni direksi, dewan komisaris, maupun para pemegang saham suatu PT tidak akan memengaruhi eksistensi PT tersebut, kecuali apabila dibubarkan oleh para pemegang saham PT melalui RUPS atau upaya lainnya, sebagaimana yang ditentukan dalam undang-undang.

Karakteristik perseroan terbatas

PT mempunyai sifat, ciri khas, atau karakteristik yang membedakannya dari bentuk usaha lainnya serta mampu memberikan manfaat optimal bagi usaha itu sendiri sebagai asosiasi modal untuk mencari untung atau laba.17 Dalam melakukan fungsi hukumnya, PT bukan bertindak sebagai kuasa dari para pemegang sahamnya. Para pemegang saham bukan merupakan pihak dari perjanjian yang dibuat oleh PT dengan pihak lain. Sebagai konsekuensinya, pemegang saham tidak berhak memaksa pihak lain tersebut untuk melaksanakan kewajiban yang ditentukan dalam perjanjian itu. Status PT sebagai badan hukum akan tetap ada, walaupun terjadi perubahan struktur kepemilikan saham dan manajemen dalam PT. Hal ini disebabkan PT tidak terdiri atas kumpulan orang melainkan kumpulan modal atau saham-saham, sehingga PT tidak dipengaruhi oleh kematian atau pailitnya pemegang saham.

Karakteristik selanjutnya adalah pt memiliki organ sebagai alat untuk menjalin hubungan hukum dengan pihak ketiga dan mewujudkan eksistensinya secara nyata dalam menjalankan kegiatan eksistensinya secara dalam mejalankan kegiatan usaha seperti telah diketahui pt memiliki tiga organ utama yaitu direksi dewan komisaris dan rups ketiga organ ini memiliki tugasnya masing-masing yang saling mendukung jalannya pt.

Karakteristik utama PT selanjutnya adalah mengenai pertanggungjawaban terbatas. Pemegang saham bertanggung jawab terhadap PThanya sebatasmodal yang disetorkan. Pertanggungjawaban terbatas inilah yang menyebabkan PT lebih mudah dalam mengumpulkan modal dan banyak menarik minat investor untuk berinvestasi.18 Pada saat pendirian PT, dengan menyetorkan sebagian kekayaannya sebagai setoran modal ke dalam PT, berarti pemegang saham telah memisahkan sebagian kekayaannya untuk dimiliki oleh PT. Dengan demikian, kekayaan yang telah diserahkan pada PT bukan lagi termasuk kekayaan pemegang saham tersebut. Oleh karena itu, ketika PT melakukan perikatan dengan pihak ketiga, yang menjadi jaminan atas perikatan tersebut adalah harta kekayaan PT itu sendiri, bukan harta kekayaan pemegang saham.19

PT menggunakan kekayaan PT sebagai alat untuk mengejar tujuannya. Hal ini berartiapabila dikemudian haritimbultanggungjawab hukum atas apa yang harus dipenuhi oleh PT, pertanggungjawaban yang timbul semata-mata dibebankan pada harta kekayaan yang terkumpul di dalam PT.20

Selain para pemegang sahamnya memiliki pertanggungjawaban terbatas, organ PT lainnya, yaitu direksi dan dewan komisaris juga memiliki pertanggungjawaban terbatas, yakni sebatas wewenang dan tugasnya yang bersumber dari UUPT dan anggaran dasar PT. Namun, jika direksi dan dewan komisaris melakukan tindakan hukum mewakili PT tanpa mengikuti prosedur yang ditentukan UUPT maupun anggaran dasar PT, akan menjadi tanggung jawab pribadi.

Karakteristik PT lainnya adalah harus mempunyai tujuan untuk mengejar keuntungan. Hal ini berarti PT yang akan didirikan tidak diperkenankan memiliki bidang usaha nonprofit.

thereds.me

Belum ada Komentar untuk "Struktur organ saham, Karakteristik perseroan terbatas."

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel